Bersih Desa Jauhkan Malapetaka

Dlingo – Bersih desa telah menjadi sebuah tradisi wajib di setiap daerah. Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, masih melestarikan tradisi bersih desa sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan.

Bersih desa biasa digelar dengan berbagai ritual selamatan dan upacara adat untuk mempersembahkan sesaji kepada leluhur desa. Persembahan sesaji diberikan sebagai wujud rasa syukur atas berkah yang diberikan Sang Pencipta sekaligus untuk menjauhkan desa dari malapetaka.

Tradisi bersih desa di Dlingo rutin diadakan satu tahun sekali. Pemerintah Desa (Pemdes) Dlingo mengemas acara dengan berbagai pertunjukan kesenian tradisional. Pertunjukan kesenian diadakan supaya warga tidak melupakan kesenian asli Jawa. “Ini supaya warga bisa nguri-nguri budaya Jawa, supaya warga tidak lupa pada kesenian asli Jawa yang sarat petuah dan makna untuk kehidupan manusia,” kata Sekretaris Desa Dlingo, Sriyanto.

Sriyanto menuturkan rangkaian ritual bersih desa biasa diawali sejak pagi hingga malam hari di lapangan desa. Kegiatan pada siang hari meliputi ritual bersih desa, sedekah bumi, dan makan bersama sebagai simbol kerukunan warga. Setelah itu, warga juga bisa menyaksikan pertunjukan wayang kulit pada malam hari.

Pemdes Dlingo berharap kegiatan bersih desa bisa terus dilestarikan. Bersih desa merupakan warisan budaya yang wajib dipertahankan. Melalui tradisi ini, toleransi dan kerukunan warga desa bisa terus dipupuk.

Berita Terkini
Gabah Berjaya
Senin 11 Desember 2017
Tujuh Perangkat Desa Resmi Dilantik
Rabu 15 November 2017
Posyandu Jaga Kesehatan Warga
Rabu 15 November 2017
Gebyar Tujuhbelasan di Dlingo
Rabu 15 November 2017