Sejarah Desa

Dlingo adalah sebuah desa di Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Desa ini terbentuk pada awal masa kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, masyarakat setempat percaya cikal bakal desa itu telah ada sejak masa penjajahan Belanda.

Terbentuknya Desa Dlingo bermula dari gabungan dua wilayah, yakni wilayah barat dan timur Sungai Pepe. Pada masa penjajahan Belanda, wilayah barat Sungai Pepe berada di bawah kekuasaan Mangkunegaran dan menjadi bagian dari Desa Metuk. Sementara itu, sebelah timur sungai tergabung dalam wilayah Desa Krasak yang berada di bawah kekuasaan Keraton Kasunanan.

Saat itu, wilayah Dlingo dikuasai pemerintah kolonial Belanda yang bermarkas di Desa Metuk. Pemerintah Belanda yang ditugaskan di wilayah itu antara lain Marsal, Andri, dan Eres. Selain penguasa Belanda, beberapa orang pribumi juga diberi wewenang kekuasaan di wilayah itu yakni keturunan Trah Torono yang terdiri dari Hardjodinomo, Rono Manggolo, Rono Dimejo, Sastro Wijoyo, Citro Sumarto, dan sebagainya. Mereka dijadikan pengawas, sinder, serta mandor kebun kopi dan randu di kawasan itu.

Awalnya, wilayah barat Sungai Pepe hanya terdiri dari satu dukuh, yakni Dukuh Gempol yang dipimpin seorang bekel. Sementara itu, wilayah timur Sungai Pepe terdiri dari dua dukuh, yakni Dukuh Nglayut dan Dukuh Pojok.

Pemerintah Kolonial ingin memperluas ladang kopi dan randu sehingga membentuk empat dukuh baru di wilayah barat sungai, yakni Dukuh Gedong, Dukuh Ngangkrang, Dukuh Tawangsari, Dukuh Leban. Pemerintah Kolonial juga membentuk empat dukuh di wilayah timur sungai, yakni Dukuh Muning, Dukuh Jaten, Dukuh Krajan, dan satu dukuh lain yang belum diberi nama. Pemerintah membangun bak besar permanen untuk merendam orok-orok di dukuh yang belum memiliki nama itu. Tak lama kemudian, tumbuh banyak tanaman dlingo di sekitar bak itu.

Pada awal masa kemerdekaan, tepatnya sekitar 1947-1948, seluruh bekel di wilayah itu berkumpul untuk bermusyawarah tentang pemberian nama dukuh yang belum dinamai Belanda itu. Mereka sepakat memberi nama dukuh itu dengan nama Dlingo. Dukuh Dlingo dijadikan pusat pemerintahan desa karena berada di tengah antara 11 dukuh yang ada di wilayah itu. R.M. Atmo Sudirdjo diangkat sebagai kepala desa pertama di wilayah itu. Berikut daftar kepala desa yang pernah memimpin Desa Dlingo:

No

Nama

Periode

Keterangan

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

R.M. Atmo Sudirdjo

Wirosumarto

Yoso Sumarto

Supartomo

Paimo

Hadi Supatmo

Mujiyono

Tahanta

Tidak diketahui

Tidak diketahui

Tidak diketahui

1962-1965

1965-1979

1980-1989

1989-2006

2007-sekarang

-

-

merangkap sebagai carik

pemilihan kades pertama

-

-

-

-


 

Berita Terkini
Gabah Berjaya
Senin 11 Desember 2017
Tujuh Perangkat Desa Resmi Dilantik
Rabu 15 November 2017
Posyandu Jaga Kesehatan Warga
Rabu 15 November 2017
Gebyar Tujuhbelasan di Dlingo
Rabu 15 November 2017